Mikrotik VS Cisco

Sebelum kita membahas perbandingan keduanya marilah kita bahas satu persatu apa itu mikrotik dan cisco. Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, yang dibentuk oleh John Trully dan Arnis Riekstins. Mikrotik sendiri memiliki os yang namanya MikroTik RouterOS™ yang basenya Linux. Di dalam MikroTik RouterOS™ terdapat berbagai macam fitur yg ditanamkan, diantaranya adalah:

  1. Firewall dan NAT
  2. Routing
  3. Hotspot
  4. IPsec
  5. Web proxy
  6. DHCP
  7. wireless
  8. dan lain-lain

Cisco merupakan perusahaan global dalam bidang telekomunikasi yang bermarkas di San Jose, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1984. Cisco merupakan salah satu pelopor dalam industri jaringan yang memulai memproduksi router bernama AGS (Advace Gateway Server) pada tahun 1986.

Cisco System (Cisco) menjual jaringan dan komunikasi teknologi, peralatan dan pelayanan untuk transportasi data, suara dan video ke seluruh dunia. Produk perusahaan dan pelayanan terdiri dari beberapa kategori diantaranya adalah router, swicth, network access, IP telephony, keamanan, Jaringan fiber optik, jaringan data center, jaringan via sinyal, jaringan untuk rumah, dukungan layanan teknis dan pelayanan jaringan.

Setelah mengetahui sekilas tentang mikrotik dan cisco marilah kita membandingkan keduanya:

  1. perbandingan pertama adalah penggunanya. Mikrotik biasanya digunakan pada kelas small and medium enterprise, sementara cisco lebih banyak digunakan pada enterprise dan ISP (internet service provider)
  2. perbandingan kedua adalah harganya. Harga routerboard mikrotik yang paling mahal adalah sekitar Rp 20 juta, sedangkan router Cisco yang paling murah berkisar Rp 20 juta.

Itulah sekilas dari perbandingan keduanya.