Events

Sertifikasi Mikrotik MTCRE STT-Nurul Fikri

Sertifikasi Mikrotik MTCRE STT Nurul Fikri

 

diikuti oleh peserta Internel dari Mahasiswa STT Nurul Fikri dari berbagai angkatan 2012 – 2016 peserta yang terdaftar dalam ujian sertifikasi mikrotik MTCRE diantara nya :

  1. Hafied TI-2016
  2. Ali TI-2016
  3. Gunawan TI-2016
  4. Saifulloh TI-2015
  5. Rahmat TI-2015
  6. Fikri Maulana TI-2015
  7. Roy Santoso TI-2015
  8. Slamet Santoso TI-2012

pada tanggal 19-Agustus-2018 dengan Dosen kita Bpk April R, S.Kom dengan pembukaan oleh Bpk Ziad Sobri dari Asosiasi Mikrotik.

 

Events

 

Seminar Mikrotik – Peluang Sertifikasi Mikrotik Di Masa Depan

Seminar Mikrotik – “Peluang Sertifikasi Mikrotik di Masa Depan”
dengan Pembicara Bpk. Farras Afif Perdana, CCNA, MTCINE (Network Enginer)
Selasa, 22 Mei 2018
Bertempat di Gedung B2 STT-NF B203

dengan Rangkaian Acara :

Sambutan dari Ketua Pelaksana Rembulan (Rembukan Ilmiah Setiap Bulan), dilanjutkan dengan Materi Inti Oleh Bpk. Farras Afif Perdana, CCNA, MTCINE., tanya jawab, penyerahan Plakat dan Foto bersama.

Pengalaman dari Pembicara yang telah bekerja bahwa sampai terima dipekerjaan hanya dengan melihat sertifikat MTCNA MTCWE di salah satu Perusahaan.

Antusias dan serius peserta mengikuti seminar rembulan bertajuk “Pentingnya Sertifikasi di Masa Depan”

Terima kasih LPPM, IT Club dan segala pihak yang telah membantu mensukseskan acara ini.

Check it out:
https://www.flickr.com/gp/150690328@N06/d72TLC

Jika KITA Keras Terhadap Diri maka Dunia Akan memberikan KITA kemudahan,
Jika kita Lunak Terhadap Diri maka Dunia Akan Keras terhadap KITA.

Mengenal Load Balancing pada mikrotik

Hai teman-teman, berjumpa kembali bersama mimin mattchoshit :D, dalam kesempatan hari ini, mimin akan share seputar LOAD BALANCING. Tidak salahnya jika beranggapan bahwa menerapkan teknik load balancing pada dua jalur koneksi, maka besar bandwidth yang di dapatkan menjadi dua kali lipat dari bandwidth sebelum menggunakan load balancing. Maka perlu saya jelaskan lagi bahwa load balancing bisa menambah besar bandwidth yang diperoleh. Tetapi ada kekuranganya…mari kita bahas metode load balancing.

 

 

Metode load balancing sendiri ada 4 yang umum dipergunakan. Di antaranya:

1.Static Route dengan Address List
2.Equal Cost Multi Path (ECMP)
3.Nth
4. Per Connection Classifier (PCC)

Masing-masing metode punya kelebihan, kekurangan dan karakteristiknya masing-masing. Kali ini, kita akan meluangkan waktu untuk sedikit mengenal mereka, dan mencari tahu manakah metode yang paling cocok diterapkan di jaringan anda.

1. Static route dengan Address list

Static route dengan Address list adalah metode load balancing yang mengelompokkan suatu range IP address untuk dapat di atur untuk melewati salah satu gateway dengan menggunakan static routing. Metode ini sering di gunakan pada warnet yang membedakan PC untuk browsing dengan PC untuk Game Online. Mikrotik akan menentukan jalur gateway yang di pakai dengan membedakan src-address pada paket data.
Kelebihan: dapat membagi jaringan dengan topologi yang sederhana, tidak ribet, dan tidak ada disconnection pada client yang disebabkan perpindahan gateway karena load balancing.
Kekurangan: Gampang terjadi overload jika yang aktif hanya client-client pada salah satu address list saja.

2. Equal Cost Multi Path (ECMP)
Equal Cost Multi Path adalah pemilihan jalur keluar secara bergantian pada gateway. Contohnya jika ada dua gateway, dia akan melewati kedua gateway tersebut dengan beban yang sama (Equal Cost) pada masing-masing gateway.
Kelebihan: Dapat membagi beban jaringan berdasarkan perbandingan kecepatan di antara 2 ISP.
Kekurangan: Sering terjadi disconnection yang disebabkan oleh routing table yang restart secara otomatis setiap 10 menit.

3. Nth
Nth bukanlah sebuah singkatan. Melainkan sebuah bilangan integer (bilangan ke-N). Nth menggunakan algoritma round robin yang menentukan pembagian pemecahan connection yang akan di-mangle ke rute yang dibuat untuk load balancing. Pada dasarnya, koneksi yang masuk ke proses router akan menjadi satu arus yang sama. Walaupun mereka datang dari interface yang berbeda. Maka pada saat menerapkan metode Nth, tentunya akan ada batasan ke router untuk hanya memproses koneksi dari sumber tertentu saja. Ketika router telah membuat semacam antrian baru untuk batasan yang kita berikan di atas, baru proses Nth di mulai.
Kelebihan: Dapat membagi penyebaran paket data yang merata pada masing-masing gateway.
Kekurangan: Kemungkinan terjadi terputusnya koneksi yang disebabkan perpindahan gateway karena load balancing.

4. Per Connection Classifier (PCC)
Per Connection Classifier merupakan metode yang menspesifikasikan suatu paket menuju gateway suatu koneksi tertentu. PCC mengelompokkan trafik koneksi yang keluar masuk router menjadi beberapa kelompok. Pengelompokan ini bisa dibedakan berdasarkan src-address, dst-address, src-port dan dst-port. Mikrotik akan mengingat-ingat jalur gateway yang telah dilewati di awal trafik koneksi. Sehingga pada paket-paket data selanjutnya yang masih berkaitan akan dilewatkan pada jalur gateway yang sama dengan paket data sebelumnya yang sudah dikirim.
Kelebihan: Mampu menspesifikasikan gateway untuk tiap paket data yang masih berhubungan dengan data yang sebelumnya sudah dilewatkan pada salah satu gateway.
Kekurangan: Beresiko terjadi overload pada salah satu gateway yang disebabkan oleh pengaksesan situs yang sama.

 

Nah bagimana sudah bisa dipahami kan? Jadi,menggunakan Load Balance ini sangat bermanfaat apabila kita memiliki lebih dari satu ISP, kita bisa membuat jalur cadangan dan mengoptimalkan jalur yang ada.

next saya akan kasih tutorial LABnya ..

Cloud Hosted Router (CHR)

Cloud Hosted Router (CHR) adalah versi RouterOS yang ditujukan untuk dijalankan sebagai mesin router virtual. CHR mendukung arsitektur x86 64-bit dan dapat digunakan pada sebagian besar hypervisor populer seperti VMWare, Hyper-V, VirtualBox, KVM, PROXMOX VE AWS EC2 dan lain-lain. CHR memiliki RouterOS dengan fitur lengkap  yang diaktifkan secara default, namun memiliki model lisensi yang berbeda dari versi RouterOS lainnya.

Pada dasarnya fitur ini bukanlah fitur yang terdapat pada menu RouterOS, melainkan sebuah file image yang digunakan di aplikasi VM (Virtual Machine). Mikrotik ingin memberikan solusi bagi pengguna RouterOS yang berbasis Virtual Machine. Mungkin diantara kita yang sering ‘bermain’ dengan VM/GNS3 tentu tidak asing lagi menjalankan RouterOS pada perangkat PC yang didalamnya terdapat Host Operating System, seperti Windows, Linux, MacOS, dsb.

Continue reading “Cloud Hosted Router (CHR)”

Mengenal Firewall Filter

Assalamualaikum wr wb..

Hallo teman teman, pada kesempatan kali ini saya akan bagikan sedikit pengetahuan bagaimana sih caranya membuat firewall filter di MikroTik ??,, jika teman teman sedang mencari tau tentang ini berbahagialah 😀

Ok langsung saja,, sebelum mengetahui bagaimana caranya membuat firewall filter’ kita harus tau dulu mengenai pesan kesalahan pada jaringan.

Apa itu Requested Time Out??

Apa itu Destination Host Unreachable??

Apa itu General Failure??

Jika temen temen masih belum paham mengenai pesan kesalahan tersebut atau mungkin kalian sering menjumpainya namun bingung bagaimana mengatasinya dan dimana letak kesalahannya??, saya akan coba untuk bahas sedikit demi sedikit.

Kita mulai dari yang pertama, “Requested Time Out”

Jika temen temen lihat gambar diatas ini, ini merupakan proses terjadinya Requested Time Out, kenapa begitu??, jadi yang namanya paket ping ini arusnya bulak balik, jadi ketika kita ingin test koneksi dengan cara ping ke pc tujuan namun perintahnya RTO itu dikarenakan pc tujuan hanya menerima saja ping dari pc tersebut namun tidak membalasnya kembali, sehingga terjadilah “Requested Time Out”.

yang kedua, “Destination Host Unreachable”

Nah kalau Destination Host Unreachable prosesnya itu seperti gambar diatas ini, maksudnya ketika pc ingin test koneksi ke pc tujuan namun sudah ditolak terlebih dulu oleh pc tujuan tersebut, berbeda dengan RTO yang diterima dulu oleh pc tujuan namun tidak meneruskannya kembali ke pc yang mengirim ping tersebut. Jadi ringkasnya DHU itu ketika pc itu tidak bisa mengirim ke pc tujuan karena sudah ditolak sebelumya, jadi keluarlah pesan error “Destination Host Unreachable”.

yang ketiga, “General Failure”

Bagaimana kalau General Failure??, kalau General Failure itu menandakan ada yang salah dalam melakukan pemasangan jaringan, misalkan kabel tidak tercolok dengan baik atau terlepas, nanti komputer akan menampilkan pesan kesalahan “General Failure”.

yang keempat, “Reply form…”

Nah mungkin pesan “reply form…” yang lebih sering temen temen jumpai, kalau reply form… itu prosesnya seperti gambar diatas ini, jadi ketika pc ingin test koneksi ke pc tujuan lalu pc tujuan menerima dan meneruskan kembali ke awal pc tersebut nge-ping.

Setelah membahas sepintas mengenai pesan kesalahan dalam jaringan, pertanyaannya adalah apa hubungannya dengan firewall filter dimikrotik??,, hehe’ mungkin temen temen ada yang bertanya seperti ini, baik..

jadi firewall filter ini kita buat supaya jaringan mana saja yang nantinya akan kita buat untuk memunculkan pesan pesan kesalahan tersebut yang tadi sudah dijelaskan sedikit.

ok, langsung saja kita coba praktikan:

  1. langkah pertama adalah pastikan kalian sudah login melalui winbox agar bisa mengkonfigurasi MikroTiknya, seperti gambar dibawah ini
  2. selanjutnya arahkan ke menu ip –> firewall, pilih add seperti berikut 
  3. selanjutnya tuliskan pada src address, alamat yang ingin kita buat firewall filternya dan juga pilih out interface dari jalur yang memiliki akses internet. seperti gambar berikut, disini alamat yang ingin saya filter ialah 192.168.100.17 dan out interfacenya ialah either1
  4. selanjutnya pilih tab action dan pilih actionnya, kita bisa memilih berbagai action yang kita inginkan, jika kita ingin client menerima pesan kesalahan RTO, maka pilih actionya itu “drop”. Jika kita ingin clientnya menerima pesan kesalahan DHU, maka pilih actionnya “Reject”. Jika kita ingin clientnya menerima pesan reply form…, maka pilih actionnya “accept”, seperti contoh gambar dibawah ini. 
  5. jika sudah pilih apply dan ok.
  6. Pembuktiannya ada dikomputer client, sebelumnya kita pastiin dulu konfigurasi jaringan pada pc client sudah benar, seperti gambar berikut 
  7. Lalu kita buktikan konfigurasi firewall filter yang sudah dibuat tadi berhasil atau tidak, jika actionnya drop maka komputer client akan muncul perintah “Requested Time Out” seperti gambar dibawah ini 
  8. jika actionnya reject maka komputer client akan muncul perintah “Destination Host Unreachable” seperti gambar dibawah ini 
  9. jika actionnya accept maka komputer client akan muncul perintah “reply form…” seperti contoh gambar dibawah ini 
  10. finish…

Mungkin itu saja yang saya ingin bagikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat buat kita semua. Mari galih terus potensi kita dan jangan pernah bosan untuk belajar 🙂

Saya akhiri, wassalamualaikum wr wb..

Scripting pada Mikrotik

Selamat pagi teman-teman kali ini saya akan membagi tips tentang scripting di mikrotik. Bagi orang-orang yang suka dengan programming mungkin scripting ini sangatlah mudah untuk di pahami secara logika, khususnya juga yang sudah terbiasa dengan konfigurasi mikrotik menggunakan scripting, okey langsung kita mulai saja.

1. Untuk yang pertama ini saya akan mencoba membuat user name dan password serta beberapa paramater di dalam fitur ppp, by default jika kita ingin melakukan koneksi pptp server dan client kita harus membuat user name dan pasword terlebih dahulu di tabel secret, mungkin 20-50 user tidak masalah, akan tetapi bagaimana jika kita di minta untuk membuat 100-200 user name dan password, pasti akan sangat merepotkan bukan?,

Continue reading “Scripting pada Mikrotik”

Bukan Sekedar Nama – Identity Mikrotik !

Apalah arti sebuah nama, ??
tak jarang kita dengar hal seperti ini dari luar sana., pada kenyataannya kita pun tau bahwa nama adalah doa B) dan identitas untuk kita, agar orang tahu siapa yang dituju., hehe

Nama memiliki arti yang cukup mendalam.

mikrotik identity sangat penting apabila kita menjadi Administrator System Jaringan dimana bukan 1, 2, 3, 4 atau 5 mikrotik yang kita manange, nama menjadi sangat penting untuk mengingatkan kita bahwa Perangkat Mikrotik mana yang sedang kita setting.

Continue reading “Bukan Sekedar Nama – Identity Mikrotik !”