Events

Pengertian apa itu mipsbe, mipsle, smips, ppc, x86 dan tile pada package mikrotik

Hai kawan setia sobat NETS kali ini saya akan membagikan tentang fitur-fitur package yang ada di mikrotik. pasti kalian sudah mengenal apa itu Mikrotik OS.ย 

Mikrotik OSย yang dimaksud disini adalah semua jenis Operating System yang di produksi oleh mikrotik, meliputi Mikrotik RouterOS, Mikrotik SwitchOS, MikrotikOS for X86-x64 dan lainnya. Secara logika perbedaan tiap MikrotikOS adalah tergantung dari tipe OS tersebut, misalnya Mikrotik RouterOS ditujukan untuk pengoperasian router dengan berbagai package untuk kebutuhan sistem router di dalamnya, sedangkan SwitchOS ditujukan untuk pengoperasian switch dengan berbagai package untuk kebutuhan sistem switch didalamnya. Sebagai catatan, semua OS tersebut adalah buatan mikrotik. package list dapat dilihat pada menu System > package seperti gambar dibawah ini :

Mikrotik RouterOS setahu saya terdiri dari 7 jenis package yang berbeda, yaitu mipsbe, smips, tile, ppc, arm, x86-x64, dan mipsle. Setiap package tersebut ditujukan untuk masing-masing tipe perangkat. Sebelum lanjut mendownload sebaiknya kenali dulu nama-nama tersebut supaya anda tidak salah download dan buang-buang kutota anda, berikut sedikit penjelasannya.

  • x86 peruntukan khusus PC dan RB230
  • mipsbe diperuntukan khusus RB400, RB700, RB900, Groove, Omnitik, SXT, Metal, Sextant
  • mipsle untuk RB100 dan RB500
  • smips untuk RB941-2nD (hAP)
  • ppc/powerpc untuk RB600, RB800, RB1000
  • tile untuk Cloud Core Router (mulai versi 6)

Informasi tambahan

  • File ISO untuk membuat CD installasi bilamana anda ingin memasang OS mikrotik pada PC anda.
  • Netinstall untuk melakukan netinstall pada perangkat mikrotik anda.
  • routeros.*.npk untuk upgrade versi mikrotik anda.
  • all_packages.*.npk untuk upgrade versi secara parsial
  • wireless-fp.*.npk untuk paket tambahan wireless controller pada mikrotik anda.

Semoga membantu, terimakasih.

Class pada ip addres

Dalam standar pengalamatan dengan IP address,
ruang/jangkauan alamat (address) dibagi ke dalam kelas-kelas
(classfull addressing). Maksud pembuatan kelas adalah untuk memudahkan penataandan pembagian adapun pembagian class pada ip adress di antaranya

Kelas A: Jaringan besar
Kelas B: Jaringan sedang
Kelas C: Jaringan kecil
Kelas D: Untuk alamat Multicast
Kelas E: Reserved

Dan terdapat cara mudah membedakan setiap class dalam ip adress yaitu dengan cara melihat 4 bit pertama yang ada pada ip adress :

-Bila bit di awali dengan angka 0 maka ip yang di gunakan adalah Class A
00000001 00001011 00001011 11101111 / 0 – 127
Bila bit pertama adalah 1 dan Bit kedua adalah 0. Ini adalah sebuah address class B
10000001 00001011 00001011 11101111 / 128 – 191
-Bila bit pertama adalah 1 dan Bit ketiga adalah 0. Ini adalah sebuah address class C
11000001 00001011 00001011 11101111 / 192 – 223
-Bila bit pertama adalah 1 dan Bit keempaat adalah 0. Ini adalah sebuah address class D
11100001 00001011 00001011 11101111 / 224 – 239
-Bila bit pertama sampai ke 4 adalah 1 Ini adalah sebuah address class E
11110001 00001011 00001011 11101111 / 240 – 255


Konfigurasi Routing RIPng

Assalamualaikum Wr wb

kali ini saya akan menunjukan cara konfigurasi routing RIPng

sebelumnya siapkan terlebih dahulu topologi seperti gambar di bawah ini

Konfigurasi

Router-1

> ipv6 address add address=2019:ac4:1::1/64 interface=ether1

Router-2

> ipv6 address add address=2019:ac4:1::2/64 interface=ether1

>> ipv6 address add address=2019:ac4:2::1/64 interface=ether2

Router-3

> ipv6 address add address=2019:ac4:2::2/64 interface=ether2

Router-1

>> routing ripng set update-timer=5s redistribute-connected=yes

Router-2

>> routing ripng set update-timer=5s redistribute-connected=yes

Router-3

>> routing ripng set update-timer=5s redistribute-connected=yes

Router-1

>> routing ripng interface add interface=ether1

Router-2

>> routing ripng interface add interface=ether1

>> routing ripng interface add interface=ether2

Router-3

>> routing ripng interface add interface=ether2

jika sudah melakukan konfigurasi routing seperti di atas maka cobalah untuk ping dari router 1 ke 3 apakah kedua router tersebut sudah terhubung atau tidaknya

Router-1

Router-3

sekian konfigurasi routing RIPng dari saya

apabila ada kesalahan mohon di maafkan

Wassalamualaikum Wr wb

Routing OSPF Virtual Link

Assalamualaikum Wr wb

kali ini saya akan menunjukan cara untuk konfigurasi Routing OSPF

sebelumnya siapkan terlebih dahulu Topologi seperti gambar di bawah ini

Konfigurasi

Router-1

> ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether1

>> ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether2


Router-2

> ip address add address=10.10.10.2/24 interface=ether1

>> ip address add address=20.20.20.1/24 interface=ether2

Router-3

> ip address add address=30.30.30.1/24 interface=ether1

>> ip address add address=20.20.20.2/24 interface=ether1

Router-4

> ip address add address=30.30.30.2/24 interface=ether1

>> ip address add address=172.16.1.1/24 interface=ether2

Router-1

>> routing ospf interface add interface=ether1

>> routing ospf instance set 0 router-id=0.0.0.1

Router-2

>> routing ospf interface add interface=ether1

>> routing ospf interface add interface=ether2

>> routing ospf instance set 0 router-id=0.0.0.2

Router-3

>> routing ospf interface add interface=ether1

>> routing ospf interface add interface=ether2

>> routing ospf instance set 0 router-id=0.0.0.3

Router-4

>> routing ospf interface add interface=ether1

>> routing ospf instance set 0 router-id=0.0.0.4

Router-1

>> routing ospf network add network=10.10.10.0/24 area=backbone

>> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone

Router-2

>> routing ospf area add name=area1 area-id=0.0.0.1

>> routing ospf network add network=10.10.10.0/24 area=backbone

>> routing ospf network add network=20.20.20.0/24 area=area1

Router-3

>> routing ospf area add name=area1 area-id=0.0.0.1

>> routing ospf area add name=area2 area-id=0.0.0.2

>> routing ospf network add network=20.20.20.0/24 area=area1

>> routing ospf network add network=30.30.30.0/24 area=area2

Router-4

>> routing ospf area add name=area2 area-id=0.0.0.2

>> routing ospf network add network=30.30.30.0/24 area=area2

>> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=area2

Router-2

>> routing ospf virtual-link add neighbor-id=0.0.0.3 transit-area=area1

Router-3

>> routing ospf virtual-link add neighbor-id=0.0.0.2 transit-area=area1

maka saya akan mencoba test ping apakah semua client sudah terhubung apa blum

Sekian Konfigurasi Routing OSPF Virtual Link MikroTik dari saya

apabila ada kesalahan mohon di maafkan ๐Ÿ™‚

Wassalamualaikum Wr wb

Konfigurasi Tunnel Eoip MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

kali ini saya akan menunjukan cara untuk mengkonfigurasi Tunnel Eoip pada MikroTik

sebelumnya apa sih tunnel itu? Tunnel adalah dasar dari VPN untuk membuat jaringan privat melalui jaringan internet, dan jika kita terjemahkan Tunnel artinya adalah terowongan, yups sesuai dengan namanya tunnel merupakan sebuah jalur (terowongan) khusus yang didalamnya dapat dilewati oleh data yang akan dikirim dan data tersebut dapat sampai ke tujuan tanpa tergangu oleh data lain yang dilewatinya.

  • Topologi
  • Konfigurasi

NP: untuk Ip bisa kalian sesuaikan sendiri

Router-1

>> ip address add address=202.22.2.1/24 interface=ether1

> ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether2

Router-Internet

> ip address add address=202.22.2.2/24 interface=ether1

>> ip address add address=202.22.2.3/24 interface=ether2

Router-2

> ip address add address=202.22.2.4/24 interface=ether2

>> ip address add address=172.16.1.1/24 interface=ether1

Router-1

>> interface bridge add name=bridge-Router1
>> interface bridge port add interface=ether1 bridge=bridge-Router1

Router-Internet

>> interface bridge add name=bridge-inet
>> interface bridge port add interface=ether1 bridge=bridge-inet
>> interface bridge port add interface=ether2 bridge=bridge-inet

Router-2

>> interface bridge add name=bridge-Router2
>> interface bridge port add interface=ether2 bridge=bridge-Router2

Router-1

> interface eoip add name=eoip-router1 remote-address=202.22.2.4 tunnel-id=1 local-address=192.168.1.1 !keepalive
>> ip address add address=100.100.100.1/24 interface=eoip-router1

Router-2

> interface eoip add name=eoip-router2 remote-address=202.22.2.1 tunnel-id=1 local-address=172.16.1.1 !keepalive
>> ip address add address=100.100.100.2/24 interface=eoip-router2

Router-1

>> ip route add dst-address=172.16.1.0/24 gateway=100.100.100.2

Router-2

>> ip route add dst-address=192.168.1.0/24 gateway=100.100.100.1

NP : untuk Tunnel Id harus sama agar Tunnel Eoip bisa berjalan

Jika sudah melakukan konfigurasi di atas cobalah untuk test ping apakah kedua client sudah terhubung atau belum

Sekian Konfigurasi Tunnel Eoip MikroTik dari saya

Wassalamualaikum Wr wb

Migrasi Layanan Internet POE – IP Public

Assalamualaikum Wr wb

Sebenar nya configurasi mikrotik sama saja sesuai dengan default nya, hanya saja saya menemukan case pada saat migrasi dari koneksi POE ke IP public, dikarenakan sebelumnya memakai layanan ISP paket upto koneksi POE dengan submite username dan password,  beralih ke paket DL ( Dedicated Line ) yang harus menggunakan settingan IP Public, Netmask, gateway, dan DNS nya yang didapat dari pihak provider ISP.

Kita langsung saja ke kasus nya :

1.Setting IP Public di Mikrotik sesuai yang di dapat dari ISP.

2.Setting IP – DNS – Ceklist allow Remote Request

3.Setting IP – Routes

4.Setting IP – Firewall – NAT

Setelah melakukan beberapa langkah konfigurasi di atas harus nya router mikrotik sudah terkoneksi ke internet, tapi kenyataanya setelah saya melakukan ping dan traceroute ke 8.8.8.8 hasilnya negatif, router sama sekali tidak terkoneksi ke layanan internet.

ping ke 8.8.8.8
traceroue ke 8.8.8.8

Seandainya menemukan case seperti ini, jangan panik dulu, apalagi sampai reset factory routernya dan mengakibatkan configurasi existing yang sudah terconfigurasi di router anda hilang dan harus mulai dari awal lagi.

Untuk problem Solving sangat mudah sekali, dengan 2 klik :

  1. Reset Mac address ether1
  2. Reset Counters ether1

Hasilnya koneksi internet di router mikrotik langsung up dan seluruh client secara otomatis tersambung ke Internet.

Sekian Tutorial Problem Solving Migrasi layanan internet POE – IP Public, semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum Wr wb

Konfigurasi Routing Static

Assalamualaikum Wr wb

kali ini saya akan cara untuk melakukan konfigurasi static routing

sebelumnya siapkan terlebih dahulu topologi seperti gambar di bawah ini

Topologi

Router 1

berikan ip terlebih dahulu sesuai dengan topologi di atas dengan perintah

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1

[admin@MikroTik] >> ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2

Router 1

Router 2

[admin@MikroTik] > ip address add address=10.10.10.2/24 interface=ether1

[admin@MikroTik] > ip address add address=20.20.20.1/24 interface=ether1

Router 2

Router 3

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether1

[admin@MikroTik] > ip address add address=20.20.20.2/24 interface=ether2

Router 3

Lalu lakukan routing seperti konfigurasi di bawah ini

Router 1

[admin@MikroTik] > ip route add dst-add=20.20.20.0/24 gateway=10.10.10.2

[admin@MikroTik] > ip route add dst-address=192.168.2.0/24 gateway=10.10.10.2

Router 1

Router 3

[admin@MikroTik] >> ip route add dst-address=10.10.10.0/24 gateway=20.20.20.1

[admin@MikroTik] >> ip route add dst-address=192.168.1.0/24 gateway=20.20.20.1

Router 3

Router 2

[admin@MikroTik] >> ip route add dst-address=192.168.1.0/24 gateway=10.10.10.1

[admin@MikroTik] >> ip route add dst-address=192.168.2.0/24 gateway=20.20.20.2

Router 2

Setelah dilakukan routing maka cobalah untuk melakukan test ping antar Pc client.

Pc-1
Pc-2

Maka kedua client bisa saling terhubung dengan satu sama lain

sekian cara untuk konfigurasi Routing Static dari saya

apabila ada kesalahan mohon di maafkan ๐Ÿ™‚

Wassalamualaikum Wr wb

MTCRE #batch2 23-01-19

Keseruan ujian MTCRE #batch2 pada hari Rabu, 23-01-19 dengan 3 orang perserta, dengan peserta Slamet Santoso, Hafidz, Fariz mendatangkan Pak Ziad Sobri dari mikrotik indonesia, dikarnakan pekan lalu sudah diadakah prepare MTCRE yang berisi materi-materi outline dari MTCRE beserta lab.

saat ujian yang berlangsung pada pukul 14.00 suasana sontak menjadi hening dikarnakan telah dimulai ujian MTCRE pada waktu tersebut. yang telah di assign / enroll oleh pak ziad sobri di mikrotik.com

kondisi saat ujian berlangsung – diawasi langsung oleh Pak Ziad Sobri

Kenang-kenangan dari STT-NF untuk Pak Ziad Sobri dari Mikrotik Indonesia

Membuat AP Wireless dengan MikroTIK

Cerita awal dimana sekitar kampus Wireless AP pada tidak stabil dan beberapa memang perlu diganti, sedangkan perangkat butuh waktu untuk dianggarkan kembali akhirnya terbesit ide untuk menggunakan AP Wireless yang disetting dari Router MikroTIK.

Yuk kita mari bahas.
pertama teman-teman mesti memastikan produk Rourter MikroTIK yang teman-teman pilih terdapat fitur Wireless, jika sudah mari kita coba melakukan sedikit konfigurasi yang panduannya saya buatkan topologi senderhana untuk sedikit menggambarkan kofigurasi kita nantinya di MikroTIK.

  1. Reset Konfigurasi MikroTIK
  2. Asumsi kita mendapat IP DHCP dari Provider atau dari Router Pusat
  3. Kita jadikan Wireless kita mode AP Bridge
  4. Memberikan DHCP IP kepada Client yant terkoneksi AP

kita coba langkah sesuai dengan gambar topologi diatas :

Router or Routing ?

Hello guys, postingan kali ini mimin akan coba jelaskan mengenai perouteran. Kalo temen temen liat judulnya sebenernya kita udah bisa membedakan buat yang memang sudah kenal dengan jaringan. Kalo router ialah perangkatnya, sedangkan routing ialah proses yang dijalankan oleh si router itu sendiri. Maksudnya gmna??, kalo yang masih awam saya akan coba membahas lebih dalam dari dasar sampai kita bisa menjalankan proses routing itu sendiri, maka dari itu ikutin terus nih web mikrotik.nurulfikri.ac.id ๐Ÿ˜€ mimin akan buat postingan per part atau lanjutan mengenai routing ini.

Langsung saja.. pengertian routerโ€ฆ

router adalah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda segmentnya. Segment ini apa??, segment yang dimaksud adalah alamat ip address pada jaringan. dalam perangkat router kita pastinya konfigurasikan alamat ip address untuk menyatukan ke alamat ip address lainnya, atau bisa dibilang segment yang lainnya. Nah itu salah satu tugas si router, pertanyaannya apakah tugas router hanya menyatukan segment saja??, jawabannya adalah TIDAK,, karena didalam router bisa juga menjalankan proses lainnya. contohnya apa??, contohnya adalah mengatur traffic atau lalu lintas yang berjalan pada router itu, jadi ketika sudah ada banyak router yang terhubung nantinya, router bisa memilih jalur mana yang mau dilewati atau jalur mana yang tidak dilewati, tergantung kita yang konfigurasi si perangkat router itu. Apa cuma itu tugasnya si router??, TIDAKK. Masih banyaknya lagi, contoh lain dari tugas si router adalah, router mampu mengatur bandwith pada koneksi jaringan, timbul lah pertanyaan.. apa itu bandwith?? hehehe ๐Ÿ˜€ mimin akan bahas lain kesempatan mengenai bandwith beserta cara membuatnya, stay tune saja.. intinya tugas si router itu banyak sekali kawan. Dan informasi tambahan, tanpa adanya router tidak ada juga internet nantinya ๐Ÿ˜€ karena internet itu berjalan karena adanya router yang saling terhubung. begitu deh kira kira perangkat router dalam jaringan. Nahh, dalam router yang mimin bilang sebelumnya ada proses routing yang berjalan disana. Routing itu sendiri dibagi menjadi 2 bagian, yaitu routing static dan routing dynamic.

Apa itu????, itu merupakan 2 jenis routing yang bisa kita buat atau kita konfigurasikan nantinya didalam perangkat router. Mimin coba bahas lagi mengenai 2 jenis routing ini,, routing static ialah routing yang dilakukan secara manual atau kita buat routingan dengan cara mendaftarkan jaringan itu secara satu per satu. Nah kalo routing dynamic ini ialah routingan yang dilakukan secara otomatis atau kita bisa membuat routingan dengan mendaftarkan seluruh network jaringan dengan lebih cepat dari routingan static yang hanya mendaftarkan satu persatu networknya. Masing masing jenis routingan ini ada kalanya diperlukan dalam pembuatan jaringan komputer, dan dari masing masing komputer ini jelas ada kelebihan dan kekurangannya tergantung dari jaringan yang akan kita buat nanti. Mimin akan coba mulai dari routing static terlebih dulu, dan langsung saja kita liat lab routing staticnya yang sederhana. perhatikan gambar topologi dibawah ini.

Nah dari gambar 3 router tersebut, kita akan coba membuat routingan static, yang mana kita sudah liat dari setiap router mempunya alamat ip address masing masing. Router A mempunya ip address 192.168.1.1 dan terhubung langsung ke Router B dengan alamat ip address 192.168.1.2, dalam jaringan ini disebut connected route atau direct connect, yang mana jaringan itu sudah saling terhubung dan pastinya sudah bisa saling berkomunikasi, namun dari Router B yang mengarah ke Router C mempunya alamat ip address 192.168.10.1, dan Router C yang  mengarah ke Router B mempunyai alamat ip address 192.168.10.2. ini sama disebut juga connected route atau direct connect yang mana ia sudah saling terkoneksi atau sudah saling terhubung. Kalau kita simak lagi disini alamat ip address nya berbeda antara 192.168.1.xxx dan 192.168.10.xxx, yang berbeda ada pada bagian ke 3 dari ip address tersebut atau kita sebut sebagai oktet ke 3, nah disini kita sudah bisa buktikan dari pengertian si router itu sendiri, yang mana router itu adalah perangkat yang menghubungkan jaringan yang berbeda segment atau ip address. Pertanyaannya bagaimana caranya Router A, B, dan C bisa komunikasi ke sesama router??, nah disinalah kita akan buat proses routing static, caranya sebagai berikut.

buka new terminal pada winbox, lalu masukan perintah berikut ini:

Router A ke C

ip route add dst-address = 192.168.10.0/24 gateway = 192.168.1.2

penjelasannya ialah, dengan menambahkan perintah routing static tersebut berarti router A sudah kenal dengan jalur router C, cuma bukan berarti jaringan tersebut sudah saling terhubung. Karena dari Router C belum kenal dengan jalur Router A, jadi sebaliknya juga harus didaftarkan network atau jalur si A dari si C.

Router C ke A

ip router add dst-address = 192.168.1.0 gateway = 192.168.10.1

penjelasannya ialah, dengan ditambahkan lagi perintah diatas sudah berhasil routingan static atau lab kita ini untuk membuat konfigurasi routing static. Pertanyaannya cara membaca alamat alamat yang didaftarkan bagaimana?, caranya adalah daftarkan dulu network jalur tujuan, lalu masukan alamat subnetmask dari ip address tujuan tersebut, dan terakhir ialah masukan alamat gateway yang menuju jalur tujuan tersebut atau kita menyebutnya sebagai next hop.

Nah begitulah kira kira pengenalan sekaligus pemahaman awal tentang routing dalam router, insyaallah akan berlanjut di part berikutnya untuk lab routing static yang agak kompleks atau banyak routernya dan juga routingan dynamic. Jika ada yang belum paham dan ingin ditanyakan, silahkan aja tanya dikolom komentar ya. Terimakasih, semoga bermanfaat bagi yang membaca dan mimin juga sebagai penulis.