Router or Routing ?

Hello guys, postingan kali ini mimin akan coba jelaskan mengenai perouteran. Kalo temen temen liat judulnya sebenernya kita udah bisa membedakan buat yang memang sudah kenal dengan jaringan. Kalo router ialah perangkatnya, sedangkan routing ialah proses yang dijalankan oleh si router itu sendiri. Maksudnya gmna??, kalo yang masih awam saya akan coba membahas lebih dalam dari dasar sampai kita bisa menjalankan proses routing itu sendiri, maka dari itu ikutin terus nih web mikrotik.nurulfikri.ac.id 😀 mimin akan buat postingan per part atau lanjutan mengenai routing ini.

Langsung saja.. pengertian router…

router adalah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda segmentnya. Segment ini apa??, segment yang dimaksud adalah alamat ip address pada jaringan. dalam perangkat router kita pastinya konfigurasikan alamat ip address untuk menyatukan ke alamat ip address lainnya, atau bisa dibilang segment yang lainnya. Nah itu salah satu tugas si router, pertanyaannya apakah tugas router hanya menyatukan segment saja??, jawabannya adalah TIDAK,, karena didalam router bisa juga menjalankan proses lainnya. contohnya apa??, contohnya adalah mengatur traffic atau lalu lintas yang berjalan pada router itu, jadi ketika sudah ada banyak router yang terhubung nantinya, router bisa memilih jalur mana yang mau dilewati atau jalur mana yang tidak dilewati, tergantung kita yang konfigurasi si perangkat router itu. Apa cuma itu tugasnya si router??, TIDAKK. Masih banyaknya lagi, contoh lain dari tugas si router adalah, router mampu mengatur bandwith pada koneksi jaringan, timbul lah pertanyaan.. apa itu bandwith?? hehehe 😀 mimin akan bahas lain kesempatan mengenai bandwith beserta cara membuatnya, stay tune saja.. intinya tugas si router itu banyak sekali kawan. Dan informasi tambahan, tanpa adanya router tidak ada juga internet nantinya 😀 karena internet itu berjalan karena adanya router yang saling terhubung. begitu deh kira kira perangkat router dalam jaringan. Nahh, dalam router yang mimin bilang sebelumnya ada proses routing yang berjalan disana. Routing itu sendiri dibagi menjadi 2 bagian, yaitu routing static dan routing dynamic.

Apa itu????, itu merupakan 2 jenis routing yang bisa kita buat atau kita konfigurasikan nantinya didalam perangkat router. Mimin coba bahas lagi mengenai 2 jenis routing ini,, routing static ialah routing yang dilakukan secara manual atau kita buat routingan dengan cara mendaftarkan jaringan itu secara satu per satu. Nah kalo routing dynamic ini ialah routingan yang dilakukan secara otomatis atau kita bisa membuat routingan dengan mendaftarkan seluruh network jaringan dengan lebih cepat dari routingan static yang hanya mendaftarkan satu persatu networknya. Masing masing jenis routingan ini ada kalanya diperlukan dalam pembuatan jaringan komputer, dan dari masing masing komputer ini jelas ada kelebihan dan kekurangannya tergantung dari jaringan yang akan kita buat nanti. Mimin akan coba mulai dari routing static terlebih dulu, dan langsung saja kita liat lab routing staticnya yang sederhana. perhatikan gambar topologi dibawah ini.

Nah dari gambar 3 router tersebut, kita akan coba membuat routingan static, yang mana kita sudah liat dari setiap router mempunya alamat ip address masing masing. Router A mempunya ip address 192.168.1.1 dan terhubung langsung ke Router B dengan alamat ip address 192.168.1.2, dalam jaringan ini disebut connected route atau direct connect, yang mana jaringan itu sudah saling terhubung dan pastinya sudah bisa saling berkomunikasi, namun dari Router B yang mengarah ke Router C mempunya alamat ip address 192.168.10.1, dan Router C yang  mengarah ke Router B mempunyai alamat ip address 192.168.10.2. ini sama disebut juga connected route atau direct connect yang mana ia sudah saling terkoneksi atau sudah saling terhubung. Kalau kita simak lagi disini alamat ip address nya berbeda antara 192.168.1.xxx dan 192.168.10.xxx, yang berbeda ada pada bagian ke 3 dari ip address tersebut atau kita sebut sebagai oktet ke 3, nah disini kita sudah bisa buktikan dari pengertian si router itu sendiri, yang mana router itu adalah perangkat yang menghubungkan jaringan yang berbeda segment atau ip address. Pertanyaannya bagaimana caranya Router A, B, dan C bisa komunikasi ke sesama router??, nah disinalah kita akan buat proses routing static, caranya sebagai berikut.

buka new terminal pada winbox, lalu masukan perintah berikut ini:

Router A ke C

ip route add dst-address = 192.168.10.0/24 gateway = 192.168.1.2

penjelasannya ialah, dengan menambahkan perintah routing static tersebut berarti router A sudah kenal dengan jalur router C, cuma bukan berarti jaringan tersebut sudah saling terhubung. Karena dari Router C belum kenal dengan jalur Router A, jadi sebaliknya juga harus didaftarkan network atau jalur si A dari si C.

Router C ke A

ip router add dst-address = 192.168.1.0 gateway = 192.168.10.1

penjelasannya ialah, dengan ditambahkan lagi perintah diatas sudah berhasil routingan static atau lab kita ini untuk membuat konfigurasi routing static. Pertanyaannya cara membaca alamat alamat yang didaftarkan bagaimana?, caranya adalah daftarkan dulu network jalur tujuan, lalu masukan alamat subnetmask dari ip address tujuan tersebut, dan terakhir ialah masukan alamat gateway yang menuju jalur tujuan tersebut atau kita menyebutnya sebagai next hop.

Nah begitulah kira kira pengenalan sekaligus pemahaman awal tentang routing dalam router, insyaallah akan berlanjut di part berikutnya untuk lab routing static yang agak kompleks atau banyak routernya dan juga routingan dynamic. Jika ada yang belum paham dan ingin ditanyakan, silahkan aja tanya dikolom komentar ya. Terimakasih, semoga bermanfaat bagi yang membaca dan mimin juga sebagai penulis.

 

Mengenal Firewall Filter

Assalamualaikum wr wb..

Hallo teman teman, pada kesempatan kali ini saya akan bagikan sedikit pengetahuan bagaimana sih caranya membuat firewall filter di MikroTik ??,, jika teman teman sedang mencari tau tentang ini berbahagialah 😀

Ok langsung saja,, sebelum mengetahui bagaimana caranya membuat firewall filter’ kita harus tau dulu mengenai pesan kesalahan pada jaringan.

Apa itu Requested Time Out??

Apa itu Destination Host Unreachable??

Apa itu General Failure??

Jika temen temen masih belum paham mengenai pesan kesalahan tersebut atau mungkin kalian sering menjumpainya namun bingung bagaimana mengatasinya dan dimana letak kesalahannya??, saya akan coba untuk bahas sedikit demi sedikit.

Kita mulai dari yang pertama, “Requested Time Out”

Jika temen temen lihat gambar diatas ini, ini merupakan proses terjadinya Requested Time Out, kenapa begitu??, jadi yang namanya paket ping ini arusnya bulak balik, jadi ketika kita ingin test koneksi dengan cara ping ke pc tujuan namun perintahnya RTO itu dikarenakan pc tujuan hanya menerima saja ping dari pc tersebut namun tidak membalasnya kembali, sehingga terjadilah “Requested Time Out”.

yang kedua, “Destination Host Unreachable”

Nah kalau Destination Host Unreachable prosesnya itu seperti gambar diatas ini, maksudnya ketika pc ingin test koneksi ke pc tujuan namun sudah ditolak terlebih dulu oleh pc tujuan tersebut, berbeda dengan RTO yang diterima dulu oleh pc tujuan namun tidak meneruskannya kembali ke pc yang mengirim ping tersebut. Jadi ringkasnya DHU itu ketika pc itu tidak bisa mengirim ke pc tujuan karena sudah ditolak sebelumya, jadi keluarlah pesan error “Destination Host Unreachable”.

yang ketiga, “General Failure”

Bagaimana kalau General Failure??, kalau General Failure itu menandakan ada yang salah dalam melakukan pemasangan jaringan, misalkan kabel tidak tercolok dengan baik atau terlepas, nanti komputer akan menampilkan pesan kesalahan “General Failure”.

yang keempat, “Reply form…”

Nah mungkin pesan “reply form…” yang lebih sering temen temen jumpai, kalau reply form… itu prosesnya seperti gambar diatas ini, jadi ketika pc ingin test koneksi ke pc tujuan lalu pc tujuan menerima dan meneruskan kembali ke awal pc tersebut nge-ping.

Setelah membahas sepintas mengenai pesan kesalahan dalam jaringan, pertanyaannya adalah apa hubungannya dengan firewall filter dimikrotik??,, hehe’ mungkin temen temen ada yang bertanya seperti ini, baik..

jadi firewall filter ini kita buat supaya jaringan mana saja yang nantinya akan kita buat untuk memunculkan pesan pesan kesalahan tersebut yang tadi sudah dijelaskan sedikit.

ok, langsung saja kita coba praktikan:

  1. langkah pertama adalah pastikan kalian sudah login melalui winbox agar bisa mengkonfigurasi MikroTiknya, seperti gambar dibawah ini
  2. selanjutnya arahkan ke menu ip –> firewall, pilih add seperti berikut 
  3. selanjutnya tuliskan pada src address, alamat yang ingin kita buat firewall filternya dan juga pilih out interface dari jalur yang memiliki akses internet. seperti gambar berikut, disini alamat yang ingin saya filter ialah 192.168.100.17 dan out interfacenya ialah either1
  4. selanjutnya pilih tab action dan pilih actionnya, kita bisa memilih berbagai action yang kita inginkan, jika kita ingin client menerima pesan kesalahan RTO, maka pilih actionya itu “drop”. Jika kita ingin clientnya menerima pesan kesalahan DHU, maka pilih actionnya “Reject”. Jika kita ingin clientnya menerima pesan reply form…, maka pilih actionnya “accept”, seperti contoh gambar dibawah ini. 
  5. jika sudah pilih apply dan ok.
  6. Pembuktiannya ada dikomputer client, sebelumnya kita pastiin dulu konfigurasi jaringan pada pc client sudah benar, seperti gambar berikut 
  7. Lalu kita buktikan konfigurasi firewall filter yang sudah dibuat tadi berhasil atau tidak, jika actionnya drop maka komputer client akan muncul perintah “Requested Time Out” seperti gambar dibawah ini 
  8. jika actionnya reject maka komputer client akan muncul perintah “Destination Host Unreachable” seperti gambar dibawah ini 
  9. jika actionnya accept maka komputer client akan muncul perintah “reply form…” seperti contoh gambar dibawah ini 
  10. finish…

Mungkin itu saja yang saya ingin bagikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat buat kita semua. Mari galih terus potensi kita dan jangan pernah bosan untuk belajar 🙂

Saya akhiri, wassalamualaikum wr wb..

Address Type

Penggunaan IP Address merupakan hal sangat penting untuk membentuk sebuah komunikasi antar perangkat yang terhubung ke jaringan. Setiap jaringan yang dibangun tentunya memiliki model yang berbeda-beda karena disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Dengan perbedaan topologi suatu jaringan maka terdapat juga perbedaan dalam penggunaan jenis alamat (Address Type).

Secara umum dalam dunia networking dikenal ada 4 macam ‘Address type’, yaitu UnicastBroadcastMulticastAnycast. Masing-masing jenis tersebut memilki perbedaan dalam fungsi transmisi data. Dan berikut ini ulasan singkat mengenai perbedaan dari ‘Address type’ diatas.

Continue reading “Address Type”

cara konfigurasi hotspot

Sebelumnya mungkin sahabat sudah banyak yang tahu apa itu hotspot. Hotspot adalah area yang merujuk pada tempat-tempat tertentu yang memiliki layanan internet dengan menggunakan teknologi wireless Lan, seperti pada perguruan tinggi, mall, sekolah, restoran dll.

Adapun alat dan bahan yang harus dipersiapkan sebelum melakukan konfigurasi ini antara lain:

  1. Mikrotik rb 941/951 (boleh dengan tipe yang lain),
  2. Laptop client.

Continue reading “cara konfigurasi hotspot”

Sertifikasi Mikrotik Academy Angkatan Pertama STT Terpadu Nurul Fikri

Assalamualaikum.wr.wb… puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat yang begitu banyak dan tak ter hingga sehingga kita tetap dalam kondisi sehat wal’afiat. Shalawat teriring salam kita curahkan kepada Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kebodohan hingga zaman yang penuh ilmu ini. Saya ingin memperkenalkan diri sebelumnya, saya Fikri Maulana mahasiswa STT Teknologi Nurul Fikri ingin berbagi cerita dengan teman – teman sekalian mengenai pelatihan mikrotik yang di adakan dikampus ini. Saya sangat senang dan gembira karna mengetahui hasil ujian saya mencapai skor 86 %, karna untuk lulus ujian sertifikasi mikrotik nilai / hasil ujian harus diatas 60 % . Pelatihan ini dilaksanakan dengan 4 kali pertemuan dengan 9 modul yang harus dipelajari dengan waktu tersebut.

Saya sangat berterima kasih kepada Trainer Bapak April Rustianto sekaligus dosen STT Teknologi Nurul Fikri yang sudah sabar melatih kami para peserta dan membimbing kami semua hingga mengantarkan kami ke puncak pelatihan yaitu exam. Terima kasih juga kepada teman – teman peserta, Pak Abu, Bang Idan, Bang Rahmat, Erwin, dan teman – teman sekalian untuk saling support dan kerja sama dalam belajar. Semoga ilmu yang kita dapat bisa bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang lain. Kesan yang saya dapat selama menjalani training sangat menyenangkan karna bisa mempelajari mikrotik dan bisa mendapat sertifikat internasional yaitu MTCNA. Semoga teman – teman yang belum melaksanakan sertfikasi mikrotik bisa menjadi semangat tersendiri. Terima kasih, salam teknologi…

Fitur IP Accounting di RouterOS Mikrotik

Router Mikrotik memiliki beberapa tool yang bisa digunakan untuk melakukan monitoring/pemantauan terhadap traffic yang lalu lalang di router. Semua tool tersebut dapat digunakan untuk memudahkan admin jaringan dalam melakukan pemantauan jaringan maupun pencatatan laporan penggunaan internet. Pemantauan berkala seperti rata-rata penggunaan bandwith perbulan sampai yang harus real time disediakan oleh Mikrotik.

Seperti tool satu ini, sebenarnya sudah lama ada di fitur RouterOS Mikrotik yaitu IP Accounting. Tool IP Accounting merupakan salah satu fitur yang digunakan untuk mencatat semua trafik IP yang melewati router. Fitur ini dapat mempermudah Admin jaringan dalam melakukan pemantauan traffic data yang digunakan oleh masing masing user, berdasarkan IP address yang terpasang di setiap user.

Continue reading “Fitur IP Accounting di RouterOS Mikrotik”

Sertifikasi Mikrotik

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang sertifikasi mikrotik terlebih dahulu  kita bahas tentang apa sih sertifikasi. Sertifikasi kata dasarnya adalah sertifikat. sertifikat menurut KBBI artinya adalah tanda atau surat keterangan (pernyataan) tertulis atau tercetak dari orang yang berwenang yang dapat digunakan sebagai bukti pemilikan atau suatu kejadian. Dari pengertian tersebut sertifikasi diperlukan sebagai bukti tercetak akan keahlian kita yang diakui sesuai standar (nasional atau internasional).

Continue reading “Sertifikasi Mikrotik”

Perkembangan Mikrotik di Indonesia

Kepopuleran Mikrotik menyebar juga ke Indonesia. Pertama kali masuk tahun 2001 ke Jogja melalui Citraweb oleh Valens Riyadi dan kawan-kawan, lalu meluas menjadi satu solusi murah untuk membangun ISP, terutama yang berbasis W-LAN. Kebetulan sekali, Jogja merupakan salah satu kota di Indonesia yang populasi pemakaian W-LAN-nya terbesar kalau dibandingkan luas daerahnya.
Continue reading “Perkembangan Mikrotik di Indonesia”

Mikrotik VS Cisco

Sebelum kita membahas perbandingan keduanya marilah kita bahas satu persatu apa itu mikrotik dan cisco. Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, yang dibentuk oleh John Trully dan Arnis Riekstins. Mikrotik sendiri memiliki os yang namanya MikroTik RouterOS™ yang basenya Linux. Di dalam MikroTik RouterOS™ terdapat berbagai macam fitur yg ditanamkan, diantaranya adalah:

  1. Firewall dan NAT
  2. Routing
  3. Hotspot
  4. IPsec
  5. Web proxy
  6. DHCP
  7. wireless
  8. dan lain-lain

Continue reading “Mikrotik VS Cisco”